Surprise Me!

Pelatih Vietnam Cerdik, Media Vietnam Anggap Indra Sjafri Gagal

2017-09-10 66 26 48,031 YouTube

Pelatih Vietnam Cerdik, Media Vietnam Anggap Indra Sjafri Gagal Timnas Indonesia bertemu lawan sepadan, Vietnam dalam laga yang dipastikan sengit, Senin (11/9/2017). Kedua tim pun telah jauh-jauh hari bersiap dan saling mengukur kekuatan. Membaca teknik dan strategi yang diterapkan lawan agar bisa diantisipasi. Pastinya Vietnam tidak akan rela begitu saja buka-bukaan saat tahu akan diintip rivalnya, terlebih oleh arsitek skuat Garuda Nusantara. Lihat saja saat bertanding melawan Filipina, Sabtu (9/9/2017), dengan cerdik mereka tampaknya sengaja merotasi para pemain andalan. Hal tersebut diduga kuat lantaran mereka sudah mengetahui dari pemberitaan media bahwa Indra Sjafri akan mengirim mata-mata. Namun ternyata pelatih asal Sumatera Barat itu justru datang langsung ke Stadion Thuwunna, Yangon, bersama pelatih kiper Jarot Supriadi dan analis Timnas Indonesia U-19. Duduk di tribun VIP bersama kiper Filipina yang menangis saat dibantai Timnas Indonesia 9-0, Indra Sjafri dan kru kabarnya tak sampai tuntas menyaksikan pertandingan. Bahkan media Vietnam, thethao247.vn dalam berita yang dilansir (9/9/2017), menyebut pelatih Indonesia gagal memata-matai tim asuhan Hoang Anh Tuan. Situs berita yang didominasi laporan pertandingan sepakbola itu juga menulis Indra Sjafri meninggalkan stadion sebelum babak pertama berakhir. Indra dianggap tidak memperoleh informasi yang diperlukan lantaran Vietnam merombak nyaris seluruh personel termasuk penjaga gawang. Bisa jadi hal ini dilakukan Vietnam agar para pemain lapis pertama mereka bisa menyimpan tenaga guna menghadapi Indonesia. Tapi juga kemungkinan besar lantaran tak mau kekuatan intinya diendus tim calon lawan. Langkah Vitenam ini pastinya sudah dipertimbangkan dengan matang. Mereka tentu saja sudah bisa mengukur kekuatan Filipina dan merasa yakin memenangi pertandingan. Buktinya, Vietnam berhasil meraih 5 gol tanpa balas. Memang tak sebanyak kemenangan Indonesia. Sebab hasil tersebut adalah konsekuensi dari siasat untuk menguasai seluruh pertempuran. Tapi Indra Sjafri bukanlah pelatih ‘kemarin sore’. Muslihat musuh sudah diprediksinya. Tak pernah sekalipun ia membocorkan identitias dua orang pemain Vietnam yang harus diwaspadai. “Kami sudah simulasikan untuk lawan Vietnam. Saya pun enggak perlu menyebutkan pemain mereka yang kami waspadai ataupun terkait kelebihan dan kelemahan mereka. Kalau saya sebutkan, nanti dia juga bisa baca juga di media, biar itu untuk internal kami saja,” ungkap Indra kepada media usai Timnas Indonesia berlatih di Stadion Padonmar, Yangon, Sabtu (9/9/2017) pagi. Terbukti strategi pelatih tim Merah Putih kebanggaan kita mau tak mau memaksa Vietnam harus berpikir keras. Mereka sampai merotasi delapan pemainnya karena tak tahu pemain yang mana tengah diawasi Indonesia. Yang jelas hal ini juga membuktikan bahwa Vietnam enggan mengambil resiko ketika berhadapan dengan skuat Garuda Nusantara. Mari kita doakan agar Feby, Egy, Iqbal, Rafli, Resky, dan para penggawa hebat lainnya kembali membuat keajaiban.